Berawal dari E-project

Bermukim di negara mayoritas non muslim ternyata menyimpan tantangan tersendiri yang mungkin tak kita sadari saat masih berada di tanah air. Tak seperti halnya di Indonesia, di negara tempat kami bermukim saat ini – Norwegia – makanan berlabel halal merupakan salah satu hal yang ternyata tak mudah diperoleh di supermarket dan toko-toko biasa. Karena itu, kejelian, pengetahuan dan ketelitian adalah modal yang harus dimiliki setiap muslim agar dapat terhindar dari mengkonsumsi makanan berbahan haram.

Semoga tak lepas dari ingatan kita sabda Rasulullah Muhammad SAW:

“Yang halal itu sudah jelas dan yang haram pun sudah jelas; dan di antara keduanya ada hal-hal yang musytabihat (syubhat, samar-samar, tidak jelas halal haramnya), kebanyakan manusia tidak mengetahui hukumnya. Barangsiapa hati-hati dari perkara syubhat, sungguh ia telah menyelamatkan agama dan harga dirinya.” (HR. Muslim)

Bicara makanan halal ternyata tak sekedar membatasi diri dari daging babi dan minuman yang memabukkan. Tanpa kita sadari, banyak produk makanan mengandung bahan-bahan yang kiranya patut kita pertanyakan kehalalannya. Diantara yang mungkin sering terabaikan adalah keberadaan bahan aditif makanan yang dikenal sebagai E-number.

Berawal dari inisiatif mengumpulkan informasi bahan aditif E-number demi menyelamatkan keluarga dari termakan bahan yang haram, aktifitas mengumpulkan informasi seputar produk makanan di tempat kami bermukim terasa sangat berguna. Dengan mengenali bahan yang terkandung dalam produk-produk yang beredar di pasar, semakin mudah rasanya memilih dan memilah produk yang yang akan dikonsumsi.

Informasi di situs ini adalah hasil pencarian bersama keluarga besar Kajian Muslim Indonesia (KMIT) di Trondheim, Norwegia. Semoga memberi manfaat juga bagi siapapun yang membacanya, inshaAllah.